Ikhtiar Memperpanjang Umur dengan Memperbanyak Sedekah

sedekahPada hakikatnya, umur sudah ditentukan.

Bila ajal datang, ia tidak bias diundur ataupun dimajukan.

Namun sebelum itu terjadi, manusia diberikan ruang untuk berikhtiar. Salah satunya dengan menjaga kesehatan, berobat ketika sakit, atau menjauhi hal-hal yang secara akal dapat membahayakan nyawa.

Upaya-upaya yang disebutkan di atas, sangat mafhum dilakukan oleh siapapun. Tidak butuh iman untuk mau berobat ketika sakit. Orang tidak punya iman pun, mereka berupaya menjaga kesehatan demi menghindari kematian.

Kita yang memiliki keyakinan bahwa ajal sudah ditentukan, harusnya memiliki ikhtiar yang lebih dari sekedar upaya-upaya di atas. Maksudnya, bukan berarti kita abai dengan kesehatan atau meninggalkan pengobatan. Akan tetapi selain dengan ikhtiar itu semua, harus ada ikhtiar yang ia bermuara bukan pada logika berpikir kita, tapi berangkat dari keimanan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Bila kita sanggup menjalankannya, bukan hanya keterhindaran dari marabahaya yang kita peroleh, tapi lebih dari itu, kita mendapatkan keutamaan atas keyakinan yang menjadi dasar sikap kita tersebut, juga pahala balasan atas amal yang dinilai sebagai ketaatan di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Salah satu amal yang dapat memperpanjang umur itu adalah memperbanyak sedekah.

Sedekah adalah salah satu sebab yang dapat diikhtiarkan untuk menambah umur.

Rasulullaah bersabda:

“Sesungguhnya sedekah seorang muslim dapat menambah umurnya, dapat mencegah kematian yang su’ul khatimah, Allah akan menghilangkan sifat sombong, kefakiran, dan sifat berbangga diri darinya.” (HR. Thabrani)

Bila kita masih mereka-reka mengenai berapa pertambahan umur yang didapatkan dari sedekah yang kita keluarkan, maka ada satu hal yang lebih pasti dan penting yaitu: Sedekah menambah peluang kematian khusnul khatimah.

Rasanya, bagi insan beriman tidak ada cita-cita yang tertinggi di dunia ini melebihi keberhasilan menutup usia dalam keadaan khusnul khatimah.

Maka kejarlah ia dengan banyak sedekah.

Sayangnya, orang yang menginginkan hidup lama di dunia kadang merasa berat bersedekah daripada mereka yang merindukan akhirat.

Sebuah anomali memang.

Orang yang merindukan akhirat, justru oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala diberikan umur panjang sekaligus keberkahan. Sementara orang yang tidak ingin mati, ingin di dunia selama mungkin, menumpuk-numpuk harta demi menuruti angan-angan masa depannya, justru tanpa sadar memilih jalan ketidakberkahan dan pendeknya umur akibat kekikirannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *