Niatkan Semua Karena Allah Semata (Kisah Nyata Gagal Menikah)

kisah nyata gagal menikah

Oleh : Lintang Putri Erlangga.

Tahun 2015 merupakan tahun yang sangat berat bagi saya. Bagaimana tidak, jodoh yang seolah-olah sudah di depan mata, ternyata Allah SWT tidak mentakdirkannya untuk saya.

Pertunangan yang sudah dilangsungkan dan tahun-tahun yang kami lewati bersama seperti menguap tanpa arti. Seharusnya kini kami sudah menikah dan menikmati kehidupan rumah tangga yang indah seperti yang kami bayangkan sebelumnya. Seperti novel-novel Asma Nadia yang sering saya baca saat remaja.

Pertemuan tiga tahun yang lalu, seolah akan merubah hidup saya ketika kami berjumpa di sebuah bimbingan belajar di kota pahlawan Surabaya.

Saat itu dia sedang mengantar adiknya. Berawal dari percakapan lucu yang membuat 100% hidup saya terisi dengan tawa dan kebahagiaan. Pribadinya yang menyenangkan sukses membuat hati saya yang beku menjadi hangat kembali.

Diary yang semula tertulis sendu dan galau, menjadi kisah yang penuh dengan kebahagiaan dan harapan-harapan baru.

Tak hanya pribadinya yang membuat saya kagum, keluarganya pun membuat saya merasa begitu beruntung telah dipertemukan dengannya.

Siapa yang menyangka, seorang guru les yang terlahir dari keluarga yang amat sangat sederhana, bisa disukai olehnya yang berasal dari keluarga pejabat provinsi. Keluarga yang baik yang menerima saya apa adanya. Keluarga yang dekat dengan Allah SWT, keluarga yang didalamnya selalu diisi dengan kebaikan. Setiap percakapan, hanya soal bagaimana meraih ridha Allah SWT. Setiap pembicaraan hanya tentang bagaimana mendalami agama Allah SWT.

Saya merasa begitu beruntung karenanya.

Untuk itu saya selalu berusaha memantaskan diri dengan mereka. Supaya saya layak menjadi bagian dari keluarga mereka. Sehinga, saya yang biasa-biasa ini semakin bergairah dan bersemangat dalam mendalami kitab suci al-Quran setiap harinya.

Shalat tahajud di sepertiga malam yang semula sering terlewatkan, kini hampir setiap hari saya kerjakan. Tangan yang jarang terangkat untuk berdoa, semakin sering melafalkan doa, dan selalu menyebut namanya.

Hari-hari saya selalu tentang dia.

Doa-doa dan segala pencapaian saya, kesuksesan saya, apapun untuk dia.

Pergi ke kajian keislaman, supaya keluarganya memandang saya sebagai gadis yang shalihah.

Bangun tahajud, supaya dia mengira saya orang yang dekat dengan Allah SWT.

Rajin sedekah, supaya dia menganggap saya adalah orang yang dermawan.

Segala hal kebaikan itu, hanya supaya dia dan keluarganya menganggap saya layak untuk menjadi bagian dari mereka.

Hingga suatu ketika saya mendapatkan kabar bahwa pertunangan kami telah diputuskan. Namun bukan diputuskan untuk menikah, tetapi diputuskan untuk berakhir.

Sungguh, saya merasa begitu sakit.

Hidup seakan hancur dengan kabar itu. Ini bukan sesuatu yang saya inginkan.

Pertunangan itu, dan tahun-tahun yang kami lalui bersama terpaksa harus dilupakan dan dikubur dalam-dalam.

Bukan hal yang mudah bagi saya sebagai seorang wanita menerima keputusan itu. Hari-hari selalu saya ratapi dengan lamunan. Air mata tak henti-hentinya menetes.

Bagaimana mungkin, segala yang seolah-olah pasti, akhirnya harus pupus begitu saja. Seringkali saya bertanya pada diri sendiri, kenapa harus saya yang mengalami seperti ini?

Mengapa harus saya yang merasakan takdir seperti ini?

Apa salah saya sehingga mengalami nasib buruk seperti ini.

Tidak hanya saya, keluarga besar saya pun merasakan hal yang sama. Mereka begitu kecewa dengan keputusan yang telah dia dan keluarganya ambil.

Saya makin sadar bahwa segalanya ada di tangan Allah SWT. Allah-lah pembuat skenario terindah hidup ini. Dan hanya pada-Nya kita kembali.

Mushaf yang sedikit berdebu karena lama tidak terbaca semenjak pertunangan kami berakhir saya ambil dan baca kembali.

Hingga bacaan saya sampai pada surah Al-Baqarah ayat 153

“Wahai orang-orang yang beriman mohonlah pertolongan dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya Allah bersama dengan orang-orang yang sabar,”

dan Al-Baqarah ayat 155-156

“Dan sesungguhnya akan kami beri kamu cobaan dengan sesuatu dari ketakutan dan kelaparan dan kekurangan dari harta benda dan jiwa-jiwa dan buah-buahan, dan berilah kabar yang menyenangkan bagi orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila menimpa kepada mereka suatu musibah mereka berkata, Sesungguhnya kita ini dari Allah dan sesungguhnya kepadaNyalah kami akan kembali.”

Ketiga ayat itu sungguh memberikan saya kekuatan yang luar biasa.

Kekuatan untuk bertahan atas kesedihan saya, kekuatan untuk mengatasi lara hati saya.

Saya harus bersabar, dan tetap mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Sungguh kesedihan yang saya alami , merupakan  salah satu bentuk kasih sayang Allah SWT. Kasih sayang yang belum saya mengerti maknanya.

Ayat itu juga menyadarkan saya, bahwa segala sesuatu adalah milik Allah SWT dan akan kembali kepada Allah. Termasuk dia, dia adalah milik Allah SWT. Hatinya ada di dalam genggaman Allah SWT. Maka, mudah bagi Allah SWT untuk membolak-balik hatinya.

Juga, pada suatu majelis ilmu, ketika ustadz yang mengisi menyampaikan sebuah hadist

“Sesungguhnya setiap amalan harus disertai dengan niat. Setiap orang hanya akan mendapatkan balasan tergantung pada niatnya. Barangsiapa yang hijrah karena cinta kepada Allah dan RasulNya maka hijrahnya kepada Allah dan RasulNya. Barangsiapa yang hijrahnya karena menginginkan perkara dunia atau karena wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya (hanya) akan mendapatkan apa yang dia inginkan.” (HR. Bukhari)

Pada waktu itu, segala kebaikan yang saya lakukan, sedekah saya, tahajud saya, shalat saya dan doa-doa saya, hanya untuk mendapatkan nama baik di depannya dan di keluarganya. Sungguh niat yang tidak baik. Dan dengan putusnya pertunangan kami, saya yang tidak terima atas takdir Allah SWT, kini menjadi semakin ikhlas.

Barangkali ini adalah cara Allah SWT untuk menyelamatkan diri saya dari amalan yang sia-sia.

Allah SWT ingin segala kebaikan yang saya lakukan semata-mata untukNya, semata-mata hanya mengharapkan ridha Allah SWT.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *