Hanya Berkata “Insya Allah masih ada Harapan!” Dosapun terbebaskan!

Insya Allah

Di dalam Al-Quran, lebih dari 50 ayat menceritakan tentang kabar gembira.

Persisnya, memerintahkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai penyampai wahyu untuk menceritakan kabar gembira.

Dari sini kita memahami bahwa agama kita adalah agama yang penuh kabar gembira.

Kita tahu, tujuan memberikan kabar gembira adalah agar yang mendapatkan kabar tersebut senang.

Lalu ditunjukkan dengan wajah ceria dan senyuman.

Mungkin kabar gembira itu untuk menghilangkan rasa sedih agar menjadi bahagia.

Mungkin untuk memberikan apresiasi atas pengorbanan, lalu dengan kabar gembira menjadi kembali membuncahkan harapan.

Berhentilah bersedih.

Janganlah frustasi dan berputus asa.

Apa yang membuat engkau tak gembira, sementara takdir telah meletakkanmu sebagai bagian dari agama berkabar gembira ini?

Di dalam Al-Quran banyak ayat yang berkaitan dengan kegembiraan semisal:

“Sampaikan berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai dibawahnya.”(QS. Al-Baqoroh:25).

Hanya berkata,”Insya Allah masih ada harapan!” Dosapun terbebaskan!

Karena bertaburnya kabar gembira yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepada orang-orang mukmin, semestinya kita menyambut dengan sikap optimis.

Menjadi sebuah keburukan apabila tawaran kebaikan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala kita sikapi dengan kemalasan, tidak sungguh-sungguh, bahkan pesimis.

Begitu besarnya kemurkaan Allah kepada orang-orang yang berburuk sangka kepada rencana-rencanaNya.

Ia pun dihukumi dosa besar.

Maka perkataan-perkataan pesimis tak hanya menghalangi seseorang dari berbuat kebaikan.

Lebih buruk lagi, perkataan seperti itu telah melemparkan mereka pada keputusasaan.

Padahal kita tahu, berputus asa adalah dosa besar.

Maka disadari atau tidak, setan akan senantiasa menunggu agar ucapan itu keluar dari mulut kita.

Bagi mereka, anda berkata,”Tidak ada lagi harapan,” adalah panen raya yang sangat ditunggu-tunggu!

Mari kita memulai dari sini. Dari keyakinan bahwa ujian dan cobaan adalah kepastian.

Cobaan itu dihadirkan tak lain untuk menguji keimanan kita.

Apabila kita berhasil melewatinya, maka kita akan mendapatkan balasan pahala dan rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Sehingga andaikata kita berkata,”Jangankan datang masalah sebesar gunung, bahkan didatangkan kiamat-pun, aku akan lakukan langkah kebaikan ini sebisaku.”

Ini bukan perkataan bualan.

Ini adalah ungkapan optimisme bahwa yang kita harapkan adalah berbuat baik sekecil apapun.

Ucapan sederhana semisal “Insya Allah masih ada harapan,” adalah ucapan ringan tapi tanpa kita sadari telah menyelamatkan kita dari catatan dosa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *